24
Agu
10

Tilang?

Apa saja sih kriteria biar aman tilang? POLISI sering ngadain razia, keseringan sih di Bondowoso yang diliat SIM dan STNK, serta kelengkapan motor. Sebenarnya apa sih yang menjadi cek list motor aman tilang?:

  1. Helm
    Ini piranti wajib biar aman. Helm bukan dipake motornya, tapi dipake si penunggangnya… nah sekarang mengenai label SNI. Ini menjadi masalah kami yang sudah membeli helm lama yang (semua sudah tau) tidak ada logo grafir “SNI”, trus gmana? Apakah harus beli lagi?
    Sebagai catatan helm yang dibahas di atas adalah helm bermerk INK, SHOEI, dan KYT yang tidak berSNI.
  2. Knalpot
    Agaknya kami setuju dengan penggunaan piranti gas buang motor ini dikoreksi. Knalpot “kaleng” yang “made in dhewe” itu yang bersuara nyaring dan memekakkan telinga itu yang dikoreksi. Ya lebih baik pake knalpot standart biar ga berisik, atau kalo kurang puas ya pake kanlpot racing tapi yang ga berisik banget…
    Tapi ada satu yang berisik tapi keren “Harley Davidson”. Bagaimana dengan suara berisik motor tersebut? he
  3. Rear lamp (Lampu belakang / stop lamp) dan lampu sein
    Kami sering terganggu dengan “sepeda mundur” (begitu kami menyebutnya). Motor yang berlampu belakang menyilaukan (bening). Hal itu membahayakan pengemudi di belakangnya yang silau karena stop lamp dan akhirnya “buta” sesaat dan tidak menguasai jalan. Brakkkk….!!! itu akhirnya. Apalagi motor yang ga pake lampu belakang alias lampu belakangnya “koit”.
    Nah ini yang dikoreksi oleh POLISI harusnya…  Juga lampu sein yang menyilaukan juga termasuk di dalamnya.
  4. Ban
    Ban cacing (ban kecil sekali) itu mungkin keamanannya kurang, jadi ada alasan untuk ditilang POLISI. Masalah ban ini berkaitan dengan ukuran. Berapa sih ukuran ban motor aman dari tilang? pertanyaan membingungkan juga. Untuk motor sekarang (sebagai contoh Honda Supra 125 R CW) ban standartnya ukuran 70/90 (2.50) untuk depan dan 80/90 (2.75) untuk belakang. Nah untuk motor lama lebih kecil satu tingkat 2.25 untuk depan dan 2.50 untuk belakang (Honda Astrea Grand).
    Pertanyaannya, yang dikatakan standart itu lebar atau tingginya ban? bagaimana dengan penggunaan velg tapak lebar yang sekarang lagi marak, yang menyebabkan ban lebih mengembang dan berakibat tampk lebih tipis dari ukuran dengan menggunakan velg standart?
    Admin (P) pernah menanyakannya pada 2 orang oknum POLISI yang bernama X dan Y (Bukan nama sebenarnya, hehe aneh juga kalo itu nama sebenarnya).

    P: Pak, berapa sih ukuran ban yang aman dari tilang?
    X: Ya yang penting ukurannya standart itu aman.
    P: Standardnya khan beda pak, ada yang 2.50 – 2.75 dan 2.25 – 2.50?
    X: (hanya terdiam dan berfikir)
    Y: (cuek :) )
    P: Yang diukur itu apanya sih pak, tingginya atau lebar tapaknya?
    X: (Terdiam beberapa saat, kemudian…) Sebenarnya tidak ada aturan khusus atau undang-undang yang mengatur ukuran ban. Itu khan demi keselamatan anda para pengguna jalan…
    Y: Ya kecil kalau terlalu kecil ya kami tilang… yang penting aman. Itu di tiap kota juga pasti beda-beda. Ya menurut saya mungkin lebar tapaknya agar aman.
    P: Dengan velg tapak lebar, ban khan tampak tipis pak. Bagaimana?
    Y: Ya itu dia, yang lebih dipertimbangkan itu keamanannya, kalo ukurannya sudah benar lebarnya kemudian tampak berubah karena velg ya saya belum tau juga, saya rasa tidak masalah di Bondowoso.
    P: OK, terima kasih pak.

    Nah bagaimana dengan ukuran ban 60/90 depan dan 70/80 belakang? Apa kena tilang?

  5. Plat nomor
    Nah ini juga jadi masalah di beberapa kota (tapi di Bondowoso sepertinya belum). Plat nomor kendaraan dengan jenis font yang tidak standard atau terbuat dari mika kena tilang. Nah pertanyaannya: Yang dijadikan standart itu apanya sih? bahannya, ukuran, atau jenis fontnya (kalo tidak jelas terbaca dari jarak jauh memang jadi masalah)?
  6. Warna dasar
    Warna tidak sesuai dengan STNK so pasti kalo ada razia ditilang. Kalau menggunakan warna warni cat dengan airbrush, bagaimana warna di STNKnya? Kata POLISI: Sesuaikan STNK dengan warna dasar motor.

Nah yang lain mungkin menyusul, diantaranya Panel dan Sirine… Makin banyak saja yah :) Monggo komennya….

About these ads

5 Responses to “Tilang?”


  1. 1 TJ
    Agustus 28, 2010 pukul 1:59 PM

    Satu lagi check list… Rambu-rambu Lalu Lintas
    Beberapa jam yg lalu anggota qta yg menunggangi New Shogun SP125 mengalami insiden yg tdk mengenakkan ketika berburu toko elektronik di sekitaran MOG Malang ke arah Kota Lama…
    Hal yg selalu dianggap biasa di negeri qta ini yakni:
    1. Lampu merah berarti “siap gas”
    2. Lampu hijau berarti “kurangi kecepatan”
    3. Lampu kuning berarti “Tambah Kecepatan”
    4. Ketilang dech…

  2. 3 Tj
    September 27, 2010 pukul 9:49 AM

    Kondisi diatas yakni pada saat kendaraan ”orang indonesia” berada dalam radius 50m dari lampu lalu lintas!

  3. 4 nathan
    Maret 8, 2011 pukul 9:16 PM

    web nya menarik, bsa brbagi info. dan spti nya jga bsa ngasi solusi jga, klo gtu aq mau minta saran deh mas, aq bingung ni mau ngasih warna apa ama baju nya motor ku, mtor ku supra X ya yg standar lah, kira2 gmana ya mas solusi nya…helep me ya, tengkiu

    • 5 acc brother squad
      Maret 16, 2011 pukul 6:25 PM

      wah, terima kasih gan pujiannya… :)
      untuk warna sih sebenarnya sih kesukaan pribadi, terserah warna apa… bisa juga mencontek dari gaya gaya mobil yang diaplikasikan ke motor…
      pake warna warna cerah diselingi cutting stiker motif JDM juga bagus.. (kesukaan saya sih … ) heheh…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: